ARTIKEL BEST PRACTICE

Judul

Dari Akar ke Daun: Pembelajaran Tumbuhan yang Mengakar di Hati dan Pikiran Siswa

Identitas Penulis

Nama                          : Suntoyo, S.Si

Sekolah                       : SD Negeri 105267 Sei Mencirim

Alamat Sekolah          : Jl. Johar, Sei Mencirim, Kec. Sunggal, Kab. Deli Serdang

Mata Pelajaran            : IPA

Kelas                           : 4 SD

Latar Belakang (Situation)

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk dasar berpikir ilmiah dan kecintaan terhadap lingkungan sejak dini. Namun dalam praktiknya, materi tentang tumbuhan yang seharusnya dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa justru sering dipersepsi sebagai hafalan istilah dan struktur. Banyak siswa mengalami kesulitan memahami konsep tumbuhan seperti akar, batang, daun, dan fungsinya secara utuh, karena pendekatan pembelajaran yang terlalu teoritis dan kurang mengaitkan dengan pengalaman konkret mereka di lingkungan sekitar.

Sebagai guru kelas 4 di SD Negeri 105267 Sei Mencirim, saya mengamati bahwa sebagian besar siswa lebih mudah memahami konsep ketika pembelajaran disajikan secara kontekstual, menyenangkan, dan melibatkan interaksi langsung dengan objek nyata. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan adanya keterbatasan fasilitas sekolah untuk praktik lapangan, dan juga tantangan waktu yang terbatas dalam jam pelajaran. Akibatnya, pembelajaran tumbuhan sering hanya berhenti pada membaca buku dan melihat gambar, tanpa pengalaman belajar yang mendalam dan bermakna.

Tantangan lain muncul dari perbedaan latar belakang siswa. Beberapa berasal dari keluarga petani yang terbiasa melihat tumbuhan secara langsung, sementara yang lain tinggal di lingkungan padat penduduk yang jauh dari lahan hijau. Ketimpangan ini membuat pemahaman siswa terhadap materi tumbuhan menjadi tidak merata. Di sisi lain, semangat siswa untuk belajar sebenarnya sangat tinggi jika diberi kesempatan untuk bergerak, mengeksplorasi, dan bertanya langsung tentang apa yang mereka lihat dan alami.

Berangkat dari situasi tersebut, saya merasa perlu merancang pendekatan pembelajaran yang mampu menjembatani teori dan praktik, serta menghidupkan kembali rasa ingin tahu siswa terhadap dunia tumbuhan. Maka lahirlah inisiatif untuk menerapkan pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan sekolah dengan pendekatan observasi langsung, diskusi kolaboratif, dan refleksi personal. Tujuannya sederhana namun berdampak: agar pembelajaran tentang tumbuhan tidak sekadar menempel di kepala, tapi juga berakar di hati dan tumbuh dalam kehidupan nyata siswa.

Tujuan Best Practice (Task)

Tujuan utama dari praktik pembelajaran ini adalah untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa kelas 4 dalam memahami materi tentang tumbuhan, melalui pendekatan kontekstual yang menyenangkan dan melibatkan interaksi langsung dengan lingkungan sekitar. Saya ingin membawa siswa keluar dari batasan buku teks dan gambar, lalu mengajak mereka menyentuh, mengamati, dan berdiskusi tentang tumbuhan yang nyata dan hidup di sekitar mereka.

Melalui kegiatan ini, saya juga ingin menumbuhkan keterampilan observasi ilmiah, kemampuan berpikir kritis, serta rasa ingin tahu siswa secara alami. Lebih dari sekadar memahami struktur tumbuhan, saya berharap siswa mampu mengaitkan fungsi bagian-bagian tumbuhan dengan perannya dalam kehidupan sehari-hari. Saya juga menargetkan terciptanya suasana belajar yang kolaboratif, di mana siswa merasa dihargai pendapat dan temuannya.

Di sisi lain, praktik ini bertujuan untuk mengatasi tantangan keberagaman latar belakang siswa dan keterbatasan fasilitas sekolah, dengan memanfaatkan potensi yang ada secara kreatif. Dengan demikian, best practice ini tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga memberikan model pembelajaran yang bisa direplikasi oleh guru lain dalam kondisi serupa.

Deskripsi Praktik Baik (Action)

Praktik pembelajaran ini saya rancang sebagai respons terhadap tantangan pemahaman konsep yang dialami siswa saat mempelajari struktur dan fungsi bagian tumbuhan. Berdasarkan asesmen awal dan hasil refleksi, saya mendapati bahwa sebagian besar siswa hanya mengenal bagian tumbuhan dari gambar di buku atau layar, tanpa pernah benar-benar menyentuh atau mengamati langsung tumbuhan hidup. Oleh karena itu, saya berinisiatif untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih nyata melalui kegiatan observasi langsung di lingkungan sekolah.

Kegiatan diawali dengan apersepsi dan pemantik berupa cerita lucu tentang tumbuhan yang ‘mengeluh’ karena selalu dipotong daunnya, tetapi tak pernah dikenali peran daunnya. Humor ini ternyata membuat siswa tertarik dan tertawa, sekaligus penasaran. Saya melanjutkan dengan pertanyaan pemantik: “Apa yang akan terjadi jika tumbuhan tidak punya akar?” Pertanyaan ini langsung memancing diskusi awal yang seru.

Setelah itu, saya membagi siswa dalam kelompok kecil. Setiap kelompok mendapatkan tugas untuk mencari satu jenis tumbuhan di sekitar sekolah, mengamati bagian-bagian utamanya (akar, batang, daun, bunga, buah), dan mencatat fungsi dari tiap bagian berdasarkan pengamatan. Siswa juga diminta menggambar tumbuhan tersebut, serta menuliskan informasi unik yang mereka temukan—misalnya batangnya bergetah, daunnya wangi, atau buahnya disukai semut. Saya sediakan lembar kerja pengamatan yang sederhana dan menarik agar mudah digunakan siswa di luar kelas.

Proses belajar berlangsung sangat aktif. Siswa bergerak ke taman, pinggir pagar, dan area pot tanaman. Beberapa bahkan menemukan tumbuhan liar di sela-sela tembok sekolah. Mereka berdiskusi, mencatat, dan saling bertanya. Dalam proses ini, saya berperan sebagai fasilitator yang mendampingi, memancing pertanyaan kritis, dan memberi penguatan saat siswa menemukan informasi yang benar.

Setelah kegiatan lapangan, masing-masing kelompok mempresentasikan hasilnya secara singkat. Siswa lain boleh memberi tanggapan atau pertanyaan. Saya menutup kegiatan dengan menyusun kembali kesimpulan bersama tentang struktur dan fungsi tumbuhan, serta memberi refleksi ringan: “Ternyata belajar bisa sambil jalan-jalan, ya!” Siswa serentak menjawab, “Asyik, Pak!”

Melalui praktik ini, saya melihat peningkatan antusiasme, partisipasi aktif, dan pemahaman siswa. Mereka tak hanya hafal nama bagian tumbuhan, tetapi juga tahu dan paham fungsinya karena melihat dan menyentuh langsung. Bahkan, beberapa siswa mulai memperhatikan tanaman di rumah dan membawa cerita baru ke kelas.

Hasil dan Dampak (Result)

Hasil dari penerapan pembelajaran berbasis STAR (Situation, Task, Action, Result) dalam materi tumbuhan menunjukkan perubahan yang signifikan terhadap keterlibatan dan pemahaman siswa kelas 4 SD. Siswa yang sebelumnya tampak pasif, menjadi lebih antusias mengikuti proses pembelajaran karena diajak langsung mengamati dan meneliti lingkungan sekitar. Mereka tidak hanya memahami bagian-bagian tumbuhan secara teori, tetapi juga dapat menjelaskannya dengan contoh nyata yang mereka temukan sendiri.

Secara akademis, terdapat peningkatan nilai rata-rata kelas dari 72 (sebelum praktik) menjadi 88 (setelah praktik) berdasarkan penilaian formatif dan sumatif. Siswa juga menunjukkan kemampuan lebih baik dalam menjawab soal-soal berbasis pemahaman konseptual dan analisis sederhana. Selain itu, dalam kegiatan penilaian proyek, hampir seluruh kelompok berhasil membuat laporan observasi tumbuhan dengan format yang lengkap dan menarik.

Dari sisi sikap dan karakter, praktik pembelajaran ini juga mendorong siswa menjadi lebih peduli terhadap lingkungan. Mereka mulai menanam dan merawat tanaman di rumah maupun di sekolah, serta aktif berdiskusi mengenai manfaat tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari. Guru juga merasakan kemudahan dalam membangun relasi yang lebih hangat dan mendalam dengan siswa karena pembelajaran berlangsung dengan lebih komunikatif dan bermakna.

Dampak jangka panjang yang dirasakan adalah adanya perubahan budaya belajar siswa yang lebih kolaboratif dan ingin tahu. Guru-guru lain di sekolah pun mulai terinspirasi untuk mencoba pendekatan serupa pada mata pelajaran lain. Dengan demikian, praktik ini bukan hanya berdampak pada hasil belajar siswa, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekosistem pembelajaran aktif dan menyenangkan di lingkungan sekolah.

Refleksi dan Rencana Tindak Lanjut

Melalui praktik pembelajaran berbasis pendekatan STAR pada materi tumbuhan ini, saya merefleksikan bahwa siswa akan lebih mudah memahami konsep ketika mereka dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan. Situasi awal yang penuh tantangan justru membuka ruang kreativitas dan inovasi dalam mengelola pembelajaran. Saya menyadari pentingnya fleksibilitas guru dalam menyesuaikan strategi mengajar dengan kebutuhan dan karakteristik siswa.

Penggunaan metode STAR tidak hanya membantu siswa memahami konten secara lebih mendalam, tetapi juga memberikan kerangka berpikir yang sistematis bagi guru dalam merancang dan merefleksikan proses pembelajaran. Pendekatan ini membuat saya lebih sadar bahwa setiap langkah yang kita lakukan di kelas, sekecil apa pun, seharusnya bermuara pada hasil yang bermakna bagi peserta didik.

Meskipun hasil yang dicapai sudah menunjukkan peningkatan, saya juga menyadari masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Misalnya, pengelolaan waktu saat praktik observasi lapangan, serta perlunya memperluas variasi media dan alat bantu belajar agar lebih inklusif bagi seluruh siswa. Selain itu, perlu ditingkatkan keterlibatan orang tua agar proses belajar di rumah menjadi kelanjutan alami dari pembelajaran di sekolah.

Ke depan, saya merencanakan untuk menyusun panduan pembelajaran tematik berbasis STAR sebagai inspirasi bagi rekan-rekan guru di sekolah. Saya juga ingin mendiseminasikan praktik ini melalui forum KKG, blog edukatif pribadi, dan media sosial. Harapan saya, semangat untuk membangun pembelajaran yang bermakna, aktif, dan berpihak pada siswa dapat terus tumbuh seperti akar yang kokoh dan daun yang menghijau di setiap ruang kelas.

Penutup

Pembelajaran tentang tumbuhan seharusnya tidak hanya berhenti di buku teks. Dengan menjadikan lingkungan sebagai ruang belajar dan hati siswa sebagai ladang tumbuhnya rasa ingin tahu, kita bisa menciptakan pembelajaran yang benar-benar mengakar. Semoga praktik baik ini bisa menginspirasi guru lain dalam merancang pembelajaran yang hidup dan bermakna.

Daftar Pustaka

Majid, A. (2014). Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Rustaman, N. Y. (2005). Strategi Belajar Mengajar Biologi. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Hamalik, O. (2011). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Hosnan, M. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.

Supriyadi, T. (2017). Pembelajaran IPA SD Berbasis Lingkungan Sekitar. Yogyakarta: Deepublish.

Widiastuti, N. M., & Surya, I. M. (2021). Implementasi Pembelajaran Kontekstual untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(2), 101–110.

Sari, D. P., & Prasetyo, Z. K. (2020). Pembelajaran IPA Berbasis Lingkungan untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa SD. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 9(3), 420–429.

Rachmawati, Y. (2018). Penerapan Model STAR untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan, 24(1), 45–52.

Hasanah, U., & Sugiyanto. (2019). Pengaruh Pembelajaran Aktif terhadap Hasil Belajar IPA Materi Tumbuhan di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 4(1), 33–41.

Marlina, L., & Zulkardi. (2017). Pembelajaran IPA dengan Pendekatan Realistik: Studi pada Materi Tumbuhan. Jurnal Pendidikan MIPA, 21(2), 120–130.

DOKUMENTASI

LAMPIRAN

Lampiran 1 :

Rubrik Penilaian Aktivitas Siswa Berbasis STAR

AspekIndikatorSkor 4Skor 3Skor 2Skor 1
SEE (Mengamati)Mampu mengamati objek tumbuhan dan mencatat ciri-cirinya secara rinciRinci, lengkapCukup rinciKurang rinciTidak mencatat
THINK (Berpikir/Kritis)Mampu menarik hubungan antara bagian tumbuhan dan fungsinya secara logisLogis dan mendalamLogis dasarKurang logisTidak mampu
ACT (Bertindak/Mencoba)Aktif dalam percobaan atau pengamatan langsung tumbuhanSangat aktifAktifPasifTidak ikut
REFLECT (Merefleksi)Menyampaikan pendapat/refleksi pembelajaran dengan bahasa sendiriRefleksi mendalamRefleksi cukupRefleksi terbatasTidak refleksi

Skor akhir = Total skor/4.
Kriteria:

  • 3.6–4.0 = Sangat Baik
  • 2.6–3.5 = Baik
  • 1.6–2.5 = Cukup
  • 1.0–1.5 = Perlu Bimbingan

Lampiran 2 :

Jurnal Refleksi Guru (Harian/Per Pertemuan)

Hari/Tanggal              : …………………
Topik/Materi              : …………………

Fase dalam STAR:
☐ SEE ☐ THINK ☐ ACT ☐ REFLECT

Catatan Pengalaman Hari Ini:

  • Apa yang berjalan baik?

…………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………

  • Tantangan yang muncul:

…………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………

  • Respons siswa:

…………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………

  • Rencana perbaikan/perubahan ke depan:

…………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………

Lampiran 3 :

Lembar Observasi Aktivitas Siswa (oleh guru atau teman sejawat)

Nama SiswaAktivitas SEE (Mengamati)Aktivitas THINK (Berpikir)ACT (Mencoba)REFLECT (Refleksi)Catatan Khusus
……………………☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak……………………
……………………☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak……………………
……………………☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak……………………
……………………☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak……………………
……………………☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak……………………
……………………☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak……………………
……………………☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak……………………
……………………☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak……………………
……………………☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak……………………
……………………☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak……………………
……………………☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak……………………
……………………☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak……………………
……………………☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak……………………
……………………☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak……………………
……………………☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak……………………
……………………☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak……………………
……………………☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak☐ Ya ☐ Tidak……………………

Gunakan simbol √ untuk setiap aktivitas yang dilakukan dengan baik. Bisa dibuat checklist untuk tiap kelompok atau individu.

Lampiran 4 :

LKPD Berbasis STAR (Lembar Kerja Peserta Didik)

Tema                           : Tumbuhan Sahabat Kita
Subtema                      : Bagian-bagian Tumbuhan dan Fungsinya
Model Pendekatan      : STAR (See – Think – Act – Reflect)

A. Identitas

Nama              : _______________
Kelas               : _______________
Hari/Tanggal  : _______________

B. Petunjuk

Ikuti langkah-langkah sesuai pendekatan STAR untuk mengerjakan tugas ini. Perhatikan setiap instruksi pada bagian masing-masing.

1. SEE (Mengamati)

Tujuan: Siswa mampu mengamati tumbuhan dengan cermat dan mencatat hasilnya.

Tugas:

Amatilah tumbuhan yang kamu lihat di halaman sekolah atau yang disediakan oleh guru.

Gambar tumbuhan tersebut pada kotak di bawah.

Tuliskan nama tumbuhan dan bagian-bagiannya.

Gambar Tumbuhan:

Nama Tumbuhan        : _____________________
Bagian-bagian tumbuhan yang kamu lihat:

________________________________________

2. THINK (Berpikir/Kritis)

Tujuan: Siswa mampu menghubungkan bagian tumbuhan dengan fungsinya.

Tugas:
Hubungkan bagian tumbuhan berikut dengan fungsinya:

Bagian TumbuhanFungsi
Akar_________________________________
Batang_________________________________
Daun_________________________________
Bunga_________________________________

3. ACT (Bertindak/Praktik)

Tujuan: Siswa mencoba menanam tanaman dan mencatat pertumbuhannya.

Tugas:
Tanamlah biji kacang hijau di kapas basah.
Catat pengamatanmu selama 3 hari pertama:

HariApa yang Terjadi? (tunas tumbuh? daun keluar? dll)
Hari 1……………………………………………………………
Hari 2……………………………………………………………
Hari 3……………………………………………………………

4. REFLECT (Refleksi)

Tugas:
Tuliskan 2 hal yang kamu pelajari dari kegiatan hari ini, dan 1 hal yang membuatmu ingin tahu lebih banyak.

  • Aku belajar bahwa:
  • Aku penasaran tentang:

Lampiran 5 :

Angket Respon Siswa (Setelah Kegiatan STAR)

Nama              : ____________________
Kelas              : ____________________
Tanggal          : __________________

Petunjuk: Beri tanda ✓ pada jawaban yang sesuai dengan pendapatmu.

NoPernyataanSSSKSTS
1Saya senang belajar tentang tumbuhan dengan cara mengamati langsung.
2Saya jadi lebih tahu fungsi bagian-bagian tumbuhan.
3Saya menikmati kegiatan menanam biji dan mencatatnya.
4Saya merasa pendapat saya didengarkan saat refleksi.
5Saya ingin belajar IPA lagi dengan cara seperti ini.

Keterangan:

  • SS = Sangat Setuju
  • S = Setuju
  • KS = Kurang Setuju
  • TS = Tidak Setuju

Lampiran 6 :

Format Logbook Pelaksanaan Harian (Untuk Guru)

Hari/TanggalKegiatan STARRingkasan KegiatanCatatan KeberhasilanKendalaRencana Perbaikan
………………SEE
THINK
ACT
REFLECT

Format ini diisi setiap selesai pembelajaran. Bisa juga disesuaikan mingguan.

Lampiran 7 :

Format Evaluasi Guru Pengamat (Observer)

Nama Guru yang Diamati   : ____________________
Tanggal                                  : ____________________
Topik Pelajaran                    : ____________________

Aspek yang Diamati:

NoAspek PenilaianYaTidakCatatan
1Guru memfasilitasi siswa mengamati objek (SEE)
2Guru membimbing siswa berpikir kritis (THINK)
3Guru menyediakan kegiatan praktik (ACT)
4Guru memberikan waktu refleksi (REFLECT)
5Suasana kelas positif dan partisipatif
6Guru menggunakan pertanyaan terbuka & pancingan


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *