Kategori: Catatan Kelas SD / Refleksi Guru
-

KEMERDEKAAN: KETIKA BENDERA BERKIBAR, BALON BERJOGED, DAN SENDOK MENJADI SENJATA PERJUANGAN
Semarak Menjelang 17 Agustus 2026 di SDN 105267 Sei Mencirim Kemerdekaan ternyata bukan hanya soal mengibarkan bendera merah putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, atau mengingat perjuangan para pahlawan. Di SDN 105267 Sei Mencirim, kemerdekaan juga bisa berarti: berlari mengejar kelereng, memindahkan air dengan sendok, berebut kursi, berjoget bersama balon, sampai berjuang mempertahankan selembar sarung agar…
-
Dongeng Hari Anak Nasional : “Tiga Bayi Kembar yang Lahirnya Tidak Kompak”
Oleh : Suntoyo, S.Si SDN 105267 Sei Mencirim Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh “Anak-anak…” Pernah dengar ada anak kembar? “Pernah…” Kalau kembar dua, biasa… Kalau kembar tiga? Masih biasa… Tapi… Pernah dengar… Kembar tiga… yang lahirnya tidak mau bareng-bareng? “Mana mungkin, Pak…” Nah… Saya juga dulu tidak percaya… Sampai akhirnya bertemu satu keluarga yang sangat lucu.…
-
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI VS PENDIDIKAN INKLUSIF
Pendahuluan Pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara dan menjadi instrumen utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Seiring perkembangan zaman, paradigma pendidikan terus mengalami perubahan untuk menyesuaikan kebutuhan peserta didik yang semakin beragam. Dalam beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan Indonesia mengalami transformasi yang cukup signifikan melalui berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Pada masa…
-
Tema 24 Ramadhan, KEBERANIAN BERUBAH : MELANGKAH MENUJU VERSI TERBAIK
Setiap Ramadan membawa harapan baru. Kita ingin menjadi lebih sabar, lebih disiplin, lebih peduli. Namun keinginan saja tidak cukup tanpa keberanian untuk berubah. Berubah berarti meninggalkan kebiasaan yang tidak lagi memberi manfaat. Kadang hal itu terasa tidak nyaman, karena kita sudah terbiasa dengan pola lama. Keberanian berubah bukan tentang perubahan besar dalam semalam. Ia dimulai…
-
Tema 23 Ramadhan, MEMAAFKAN : MELEPASKAN BEBAN DI DALAM HATI
Memaafkan bukan perkara mudah. Kadang luka yang ditinggalkan terasa cukup dalam. Namun Ramadan mengajarkan bahwa hati yang bersih lebih penting daripada ego yang dipertahankan. Memaafkan bukan berarti melupakan, tetapi memilih untuk tidak lagi menyimpan dendam. Ia adalah keputusan untuk tidak membiarkan masa lalu menguasai hari ini. Sering kali kita merasa berat untuk memberi maaf karena…
-
Tema 22 Ramadhan, MEMPERBAIKI HUBUNGAN: MERENDAHKAN EGO, MENINGGIKAN HARMONI
Sepanjang perjalanan hidup, tidak semua hubungan berjalan mulus. Ada salah paham, ada kata yang melukai, ada jarak yang tercipta tanpa disadari. Ramadan menghadirkan momentum untuk memperbaiki. Ia mengajarkan kita bahwa memelihara hubungan lebih penting daripada mempertahankan gengsi. Memperbaiki hubungan bukan berarti selalu mengalah. Ia adalah keberanian untuk membuka komunikasi dan mengakui jika ada kesalahan. Dalam…
-
Tema 21 Ramadhan, MUHASABAH : MENATA HATI DI UJUNG PERJALANAN
Sepuluh hari terakhir Ramadan sering disebut sebagai fase yang paling istimewa. Di titik ini, kita tidak lagi sekadar menjalani, tetapi mulai menata kembali hati dan niat. Muhasabah adalah refleksi yang lebih dalam. Ia bukan hanya evaluasi aktivitas, tetapi juga penilaian terhadap kualitas diri. Apakah hati lebih lembut? Apakah sikap lebih bijak? Sering kali kita sibuk…
-
Tema 20 Ramadhan, INTROSPEKSI DIRI: BERANI MENGOREKSI LANGKAH
Dua puluh hari Ramadan telah kita lalui. Waktu berjalan tanpa terasa. Di titik ini, kita diajak berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri: apa yang sudah berubah? Introspeksi diri bukan untuk menyalahkan, tetapi untuk menyadarkan. Ia adalah proses melihat ke dalam dengan jujur, tanpa pembelaan berlebihan. Sering kali kita lebih mudah menilai orang lain daripada…
-
Tema 19 Ramadhan, PRODUKTIF SAAT LELAH : TETAP BERGERAK MESKI TERBATAS
Memasuki hari-hari akhir Ramadan, tubuh mulai merasakan akumulasi energi yang berkurang. Aktivitas tetap berjalan, tetapi stamina tidak selalu seperti di awal. Produktif saat lelah bukan berarti memaksakan diri tanpa batas. Ia adalah kemampuan menyesuaikan ritme, tetap melakukan yang penting meski dengan tenaga yang lebih hemat. Sering kali kita menunggu kondisi ideal untuk bekerja. Padahal kenyataannya,…
-
Tema 18 Ramadhan, KERJA KERAS : USAHA YANG TAK TERLIHAT
Ramadan tidak menghentikan aktivitas. Kita tetap menjalankan tugas, tetap bekerja, tetap belajar. Perbedaannya hanya satu: kita melakukannya sambil menahan diri. Kerja keras sering kali tidak terlihat oleh orang lain. Ia terjadi dalam diam, dalam ketekunan, dan dalam pengulangan yang konsisten. Banyak orang menginginkan hasil besar, tetapi tidak semua siap menjalani proses panjang. Padahal keberhasilan adalah…








