Tema 3 Ramadhan, SABAR: KUAT DALAM MENAHAN DIRI

Puasa mengajarkan satu nilai yang sangat mendasar, yaitu sabar. Saat perut lapar dan tenggorokan kering, kita dilatih untuk tidak tergesa-gesa. Kita belajar menunggu waktu berbuka dengan tenang.

Sabar bukan sekadar diam. Ia adalah kemampuan menahan diri dari reaksi yang berlebihan. Ketika emosi naik, sabar menjadi rem yang menjaga kita tetap seimbang.

Sering kali kita merasa sabar itu lemah. Padahal justru sebaliknya. Orang yang sabar adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya sendiri. Ia tidak mudah terpancing oleh keadaan.

Dalam dunia pendidikan, sabar adalah napas panjang seorang guru. Menghadapi siswa dengan berbagai karakter membutuhkan ketenangan hati. Tidak semua anak langsung paham, dan tidak semua usaha langsung berhasil.

Begitu pula siswa. Belajar adalah proses. Tidak semua materi bisa dipahami dalam sekali duduk. Kesabaran membuat mereka terus mencoba tanpa merasa gagal.

Hari ketiga ini mengingatkan kita bahwa sabar bukan tentang menunda kemarahan, tetapi tentang menguatkan hati. Karena orang yang sabar, sebenarnya sedang melatih dirinya menjadi pribadi yang lebih matang.


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *