Sepuluh hari terakhir Ramadan sering disebut sebagai fase yang paling istimewa. Di titik ini, kita tidak lagi sekadar menjalani, tetapi mulai menata kembali hati dan niat.
Muhasabah adalah refleksi yang lebih dalam. Ia bukan hanya evaluasi aktivitas, tetapi juga penilaian terhadap kualitas diri. Apakah hati lebih lembut? Apakah sikap lebih bijak?
Sering kali kita sibuk memperbaiki hal di luar diri, tetapi lupa membenahi bagian dalam. Muhasabah mengajak kita berani mengakui kekurangan tanpa merasa rendah.
Dalam dunia pendidikan, refleksi adalah kunci peningkatan kualitas. Guru yang mau mengevaluasi dirinya akan berkembang. Siswa yang mau memperbaiki kesalahan akan maju.
Ramadan menghadirkan suasana yang tenang untuk berpikir lebih jernih. Dalam keheningan, kita menemukan banyak jawaban. Hari kedua puluh satu ini mengingatkan bahwa perubahan sejati tidak selalu terlihat oleh orang lain, tetapi terasa oleh hati yang jujur.

Tinggalkan Balasan