Puasa mengajarkan kejujuran dengan cara yang sunyi. Tidak ada pengawas yang benar-benar tahu apakah seseorang membatalkan puasanya secara sembunyi-sembunyi. Semua kembali pada integritas diri.
Kejujuran adalah kesesuaian antara apa yang terlihat dan apa yang sebenarnya terjadi. Ia tidak selalu mudah, terutama ketika ada kesempatan untuk menyembunyikan kesalahan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kejujuran sering diuji oleh hal-hal kecil. Mengakui kesalahan, tidak mencontek, tidak mencari alasan untuk menutupi kekurangan. Hal kecil itu justru yang membentuk karakter besar.
Di dunia pendidikan, kejujuran adalah pondasi utama. Ilmu tanpa kejujuran hanya akan melahirkan kepintaran yang kosong. Sebaliknya, kejujuran akan membuat ilmu menjadi cahaya.
Sebagai pendidik, saya percaya bahwa siswa lebih mudah menerima nasihat daripada keteladanan. Ketika guru bersikap jujur, siswa belajar tanpa merasa digurui. Hari kelima ini mengingatkan kita bahwa kejujuran bukan sekadar berkata benar, tetapi berani hidup dalam kebenaran. Karena pada akhirnya, kejujuranlah yang menjaga martabat seseorang.

Tinggalkan Balasan