Tema 8 Ramadhan, EMPATI: BELAJAR MERASAKAN, BUKAN HANYA MELIHAT

Puasa membuka ruang untuk merasakan. Ketika rasa lapar hadir, kita menjadi lebih peka terhadap keadaan orang lain. Kita menyadari bahwa apa yang kita alami sehari ini, mungkin menjadi keseharian bagi sebagian orang.

Empati bukan sekadar merasa iba. Ia adalah kemampuan menempatkan diri pada posisi orang lain. Dengan empati, kita belajar tidak mudah menghakimi.

Sering kali kita menilai seseorang tanpa mengetahui latar belakangnya. Ramadan mengajarkan kita untuk lebih lembut dalam memahami. Karena setiap orang memiliki cerita yang tidak selalu terlihat.

Dalam dunia pendidikan, empati adalah jembatan antara guru dan siswa. Tidak semua siswa datang dengan kondisi yang sama. Ada yang membawa semangat, ada yang membawa beban.

Ketika empati hadir, komunikasi menjadi lebih hangat. Nasihat terasa lebih diterima. Teguran tidak lagi terasa sebagai hukuman, tetapi sebagai bentuk perhatian. Hari kedelapan ini mengingatkan kita bahwa empati adalah kekuatan hati. Dengan empati, kita tidak hanya menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih manusiawi.


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *