Oleh : Suntoyo, S.Si
SDN 105267 Sei Mencirim
Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh
“Anak-anak…”
Pernah dengar ada anak kembar?
“Pernah…”
Kalau kembar dua, biasa…
Kalau kembar tiga?
Masih biasa…
Tapi…
Pernah dengar…
Kembar tiga… yang lahirnya tidak mau bareng-bareng?
“Mana mungkin, Pak…”
Nah…
Saya juga dulu tidak percaya…
Sampai akhirnya bertemu satu keluarga yang sangat lucu.
Nama ayahnya…
Pak ESTE!
Kenapa namanya Pak ESTE?
Karena kalau ditanya apa saja, beliau suka jawab…
“E… ste… ste… tunggu dulu…”
🤣
Nama ibunya lebih gesit lagi.
Bu ESTI!
Kenapa?
Karena kalau lihat promo…
Beliau bisa muncul lebih cepat daripada suara notifikasi HP.
“ESTI… ESTI… ESTI… diskon di mana?”
🤣🤣
Nah…
Pak ESTE dan Bu ESTI dikaruniai…
Tiga anak kembar.
Namanya…
Yang pertama…
Tang!
Yang kedua…
Ting!
Yang ketiga…
Tung!
Kenapa namanya begitu?
Karena waktu masih di perut, kalau mereka bergerak bunyinya seperti…
panci jatuh,
sendok ketemu gelas,
dan tutup toples yang salah pasang.
Tang… Ting… Tung…
Kalau dipanggil bertiga…
“Taaanng… Tiing… Tuung…”
Bunyinya seperti alat musik dapur yang sedang latihan konser.
🤣🤣🤣
Suatu malam…
Bu ESTI berkata,
“Pak… kayaknya bayi-bayi ini mau lahir.”
Pak ESTE panik.
Langsung berdiri.
Langsung duduk lagi.
Langsung berdiri lagi.
Karena bingung mana yang mau dikerjakan dulu.
“Pak… kenapa berdiri-duduk terus?”
“Bu… saya belum siap!”
“Belum siap apa?”
“Belum siap jadi ayah tiga bayi sekaligus. Saya baru siap jadi ayah satu bayi, itu pun kalau bayinya mau bantu cari sandal saya yang hilang.”
🤣🤣🤣
Pak ESTE lalu menyalakan motor.
Motor bunyi…
ngeng… ngeng… ngeng…
Lalu mati.
“Pak, kenapa motornya mati?”
“Karena motornya juga kaget, Bu. Dia baru dengar kita mau bawa tiga bayi sekaligus.”
🤣🤣🤣
Sampailah mereka di rumah sakit.
Dokter berkata,
“Selamat ya Pak…
Bayinya kembar tiga.”
Pak ESTE langsung senang.
“Alhamdulillah…
Berarti saya datang bawa satu, pulang bawa empat.”
Ini gara gara ibu sering lihat promo di shopi, beli satu dapat empat.
🤣
Lalu…
Tiba-tiba…
Jreng!!
Bayi pertama lahir.
Dokter berkata,
“Selamat…
Lahir tanggal…
21 Juli.“
Pak ESTE tepuk tangan.
Bu ESTI tersenyum.
Tiba tiba …
Tang langsung berkata dengan suara bayi yang lucu,
“Yeay… aku duluan!”
“Aku lahir tanggal 21!”
“Aku kakak sehari!”
“Aku paling tua sehari!”
“Sehari juga tetap tua, tapi tetap keren!”
🤣🤣🤣
Dokter kaget
Kemudian bertanya kepada Pak ESTE
“Anak Bapak baru lahir kok bisa ngomong..???”
Pak ESTE Menjawab
“Iya Dok .. karena waktu hamil ibunya nyidam minta Mangga bekas dimakan CODOT…”
Tetapi…
Aneh sekali…
Dua bayi lainnya malah berkata…
“Eeehhh…
Kami belum mau keluar…”
🤣🤣🤣
Dokter bingung.
“Lho…
Kenapa?”
Bayi kedua menjawab,
“Aku masih nyaman di sini, Dok…”
“Di sini adem…”
“Di luar nanti disuruh bangun pagi…”
“Disuruh beribadah…”
“Disuruh berolahraga…”
“Disuruh makan sehat dan bergizi…”
“Disuruh gemar belajar…”
“Disuruh tidur cepat…”
“Di sini enak, tinggal rebahan…”
🤣🤣🤣
Bayi ketiga ikut menimpali,
“Aku juga belum mau keluar…”
“Aku masih rapat internal…”
“Rapat apa?”
“Rapat menentukan mau lahir tanggal berapa…”
🤣🤣🤣🤣🤣
Dokter melongo.
Pak ESTE ikut melongo.
Bu ESTI juga melongo.
Jam terus berjalan…
Pukul 11 malam…
Pukul setengah dua belas…
Pukul lima menit lagi…
Semua menunggu.
Tiba-tiba…
Ting… Tong…
Jam menunjukkan…
Pukul…
00.00.
Dokter berkata,
“Nah…
Sekarang sudah tanggal…
22 Juli!“
Dua bayi itu langsung berkata,
“Nah…
Sekarang baru kami mau lahir…”
🤣🤣🤣
Bayi kedua keluar duluan.
“Jangan dorong aku, aku keluar sendiri!”
Lalu bayi ketiga menyusul.
“Aku juga! Aku mau lahir pas tanggal cantik!”
Akhirnya…
Lahirlah…
Ting
dan
Tung
Tanggal 22 Juli.
Jadilah…
Tiga anak kembar…
Tetapi…
Tanggal ulang tahunnya tidak sama.
Yang pertama…
Tanggal 21 Juli.
Yang kedua…
Tanggal 22 Juli.
Yang ketiga…
Tanggal 22 Juli.
Sejak kecil mereka sering bercanda.
Tang berkata,
“Aku lebih tua sehari!”
Ting menjawab,
“Cuma sehari sombong…”
Tung berkata,
“Yang penting nanti uang jajannya sama…”
🤣🤣🤣
Tang lalu menambahkan,
“Aku kakak!”
Ting menjawab,
“Kalau begitu aku adik yang pintar!”
Tung ikut berkata,
“Kalau aku adik yang paling santai!”
Bu ESTI langsung bilang,
“Bagus… yang penting jangan malas kalau disuruh mandi.”
🤣🤣🤣
Lalu…
Suatu hari ketika meraka sudah agak besar, mereka masuk di SDN 105267 Sei Mencirim, mereka bertanya kepada ayahnya.
“Yah…
“Kenapa Bapak ibu Guru kalau datang ke Sekolah Pagi pagi… Narsis kali..???
“Setiap hari Selfe selfe…. Kami kan mau di sambut.. ditunggu di pintu gerbang, di salami???
Pak ESTE mengkerutkan dahi….
“Hussss banyak kali pertayaanmu nak!! Bapak ibu guru itu sedang membuat laporan kinerja jadi harus ada buktinya… Absennn… Absennn…
“Kenapa ada guru juga yang banyak masalah….???”
“Banyak masalah kekmana????
“Soalnya waktu kami sedang recok di kelas… ibu itu bilang….
“Heiii jangan recokk…. Ibu sedang banyak masalah ini…
Pak ESTE tersenyum.
Lalu berkata,
“Saya bukan Dewa yang mengetahui segala sesuatu, apalagi Dewa 19 yang bisa menyanyikan sebuah lagu tentang cinta yang meledak-ledak, hujan yang turun tanpa izin, dan mantan yang masih suka muncul di status. Tapi ayah cuma ESTE 12 yang hanya bisa menyanyikan sebuah lagu tentang popok bocor, susu tumpah, dan dompet yang isinya tinggal dua lembar, saya berharap nanti di tambah ibu Kepala Sekolah.”
🤣🤣🤣
Tang langsung bertanya,
“Kalau begitu, Ayah sayang siapa?”
Pak ESTE menjawab,
“Kalau Ayah punya tiga matahari…
baru Ayah pilih satu.
Tapi Ayah cuma punya satu hati…
dan hati Ayah cukup besar untuk menyayangi kalian bertiga sekaligus.”
Bu ESTI menambahkan,
“Begitulah Allah menciptakan setiap anak.
Tidak ada anak yang lebih berharga.
Tidak ada anak yang kurang istimewa.
Semua anak adalah hadiah dari Tuhan yang harus disyukuri.”
Maka…
Setiap tanggal 23 Juli, keluarga Pak ESTE selalu merayakan Hari Anak Nasional.
Bukan hanya memberi hadiah.
Tetapi…
Memberi pelukan.
Memberi doa.
Memberi waktu.
Memberi perhatian.
Karena hadiah terbaik bagi seorang anak…
Bukan mainan yang mahal.
Melainkan…
Kasih sayang yang tidak pernah habis.
Di akhir cerita, Pak ESTE berkata,
“Anak-anak…
Hari Anak Nasional mengajarkan satu hal.
Kalian boleh berbeda tanggal lahir.
Boleh berbeda wajah.
Boleh berbeda cita-cita.
Boleh berbeda cara tertawa.
Bahkan boleh berbeda cara minta jajan.
Tetapi…
Kalian semua sama berharganya.”
Siapa kaliannn ?????,
“Aku Anak Indonesia… Aku anak Hebat…!”
TAMAT

Tinggalkan Balasan